Pelayan adalah Mulia
Oktober 7, 2007, 11:18 pm
Filed under: Artikel

Pelayan adalah Mulia

Barangkali diantara kita tidak sepakat mengenai judul di atas. Tidak semua orang memandang sama terhadap pelayan. Jaman feodal dulu, seorang pelayan kurang mendapat penghargaan yang semestinya. Dia harus menuruti segala apa yang diperintah oleh juragan, menyediakan apa saja yang menjadi kebutuhan, kesenangan dan keperluan juragan. Pandangan semacam ini, pada akhirnya merasuk ke dalam benak dan otak kita dari generasi ke generasi, bisa berabad-abad tahun lamanya.

Ketika jaman mulai berubah, dimana era kerajaan dan feodalisme terpinggirkan oleh birokrasi, mental dan pandangan terhadap pelayan (abdi) tidak jauh bergeser. Ironisnya, para pegawai negeri yang seharusnya menjadi abdi negara dan pelayan masyarakat, memandang dirinya bukan sebagai pelayan dan abdi, tetapi sebagai juragan. Pelayan adalah mereka yang bergolongan rendah dalam birokrasi, hanya mereka yang statusnya belum PNS atau mereka memang ditempatkan jadi pelayan.

Kalau mau kita menengok dan menelaah berbagai ajaran agama yang kita yakini, tentu akan terpukul dan tercelalah pandangan tersebut. Umat Kristiani mengidentifikasikan dirinya sebagai pelayan Tuhan. Dalam Islam, segala bentuk perbuatan, pikiran dari manusia adalah ibadah (kata aktif dari abid/hamba), jadi sebenarnya juga hamba/abdi. Tidak jauh berbeda tentu dengan pandangan dalam agama-agama lainnya.

Pada hakekatnya diri kita adalah pelayan, hamba, abdi dari diri kita sendiri, keluarga kita, masyarakat kita, bangsa kita, negara kita, Tuhan kita dan begitu seterusnya. Jika kita berpandangan bahwa memberi adalah mulia, maka pada hakektanya sebagai pelayan adalah mulia, karena pelayan adalah memberi.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: